Buscar

JAKARTA REPOSE PROJECT #3



Terkadang memiliki quality time dengan diri sendiri itu juga dibutuhkan loh, buktinya saja Lala atau yang dikenal dengan Larasati Irfan, 20 tahun berdomisili Jakarta Barat. Kesehariannya saat ini hanya disibukan dengan berkuliah, saat ini Lala sedang duduk di semester 5 Binus (Bina Nusantara) kemanggisan jurusan komunikasi. Biasanya dalam seminggu dia hanya memiliki waktu luang saat pulang kuliah dan waktu Lala tidak ada jadwal untuk kuliah yaitu hari kamis, jumay, dan minggu. Biasanya selain digunakannya untuk mengerjakan tugas perkuliahannya dia kadang juda sering pergi kesbuah café sendiri untuk menenangkan fikiran dan mencari inspirasi untuk mengerjakan tugasnya. 

Larasati Irfan, 20 tahun, Mahasiswa BINUS

Saat ditanyakan kebiasaan apa sih yang sering dilakukanya saat mengisi waktu luangnya “Nah, karena biasanya kamis, jumat itu libur jadi ngisinya dengan nge-gym di aderah selatan, yaaa suatu tempat lah di selatan. Terus, kalo ga nge-gym biasanya nongkrong-nongkrong ama temen. Kebetulan gue sama temen gue lagi sedang ingin membuat suatu project kayak fotografer nah tapi ini masih kita sendiri sih jadinya kayak kita suka nyari – nyari tempat buat foto-foto. Nah, biasanya yah tergantung setiap orang sukanya apa, kalo gue sendiri sih lebih suke tipe yang sepi kayak didaerah senopati dan panglima polim ada namanya woodpacker itu enak banget masih sepi kalo enggak di daerah gandaria ketjil kitchen,nyamaan, wifinya juga kenceng oohh iyah(sambil sumringah) yang paling terpenting saat ini adalah Wifi kalo wifi kenceng itu membantu buat tugas banget sumpah, ga boong”. Adanya jadwal yang tidak menetu membuat Lala memiliki waktu leisure yang juga tidak pasti. Biasanya waktu senggang yang dimilikinya saat jam perkuliahan selesai dia menggunakannya untuk mengerjakan tugas baik itu kelompok maupun individual “kayak gini nih, kan gue abis kuliah nih biasanya sih ngerjain tugas karena sudah mulai menumpuk padahal baru masuk senin kemaren. Nah biasanya kalo ngerjain tugas itu tergantung tugasnya yah kalo misalnya itu sebuah tugas yang kayak bikin artikel atau apa itu enaknya kita ke café karena enak sendiri kan, kecuali kalo tugasnya kelompok pasti kita nyarinya tempat yang enak. Kalo ga dikosan biasanya di library kampus yaaa kalo ga di deket sekitaran kampus”. Disaat sabtu dan minggu Lala bisanya akan berpergian bersama teman sma nya setelah usai kelas perkuliahan. Untuk weekdays biasnya emang setelah kelas dibubarkan akan langsung bergegas pulang ke kosannya karena letak kosannya yang bersebelahan dengan kampus.

mengisi waktu dengan mencoba tempat-tempat baru

Untuk masalah harga dia memiliki kriterianya sendiri menurutnya “untuk gue pribadi karena gue masih mahasiswa rangenya itu jangan diatas 100.000 untuk sebuah minuman jangan diatas 80laah, untuk kopi – kopi soalnya biasanya kan paling banter kopi itu 30an sampe 60lah kalo misalnya uda sampe diatas 80an itu uda mahal menurut gue”. Walaupun semua kebutuhan yang diinginkannya dipenuhi oleh kedua orang tuanya tetapi dia tetap berfikir realistis untuk mengatur pengeluarannya tidak terus menerus harus membeli barang yang serba mahal karena Lalal adalah tipikel orang yang cukup cuek dengan lingkungannya dia tidak peduli dengan apa tanggapan disekitarnya kalo misalnya dia suka, nyaman dengan barang yang dimilikinya maka dia tidak akan peduli dengan omongan teman-teman sekitarnya. 

“me time!” diwaktu selang yang dimilikinya aktifitas itulah yang dilakukannya, terkadang dia suka menjelajah ketempat tempat baru sendiri lala mengatakan “kadang gue juga suka aja jalan jalan sendiri ga jelas sih sebenrnya ngapain, tapi enak aja tau bisa jalan-jalan sendiri”. Bahkan disaat dia duduk di bangku SMA dia pernah absen atau kabur dari sekolah dan pergi ke museum dan dia menyatakan bahwa ini merupakan salah satu tempat favoritnya. Seperti yang kita tau kalo orang jakarat pada umumnya suka untuk menghabiskan waktu di mall, walupun tidak dipungkiri olehnya dia juga suka berada di mall dengan alas an semua yang dicarinya dapat ditemukan di mall tetapi dia juga merasa bosan untuk terus menerus dating ke mall untuk itu berawal dari keisenganya menghabiskan waktu sendiri sewaktu sma kebiasaan itu berlanjut dia suka menjelajah Jakarta dengan menggunakan busway mengunjungi tempat-tempat yang unik menurutnya atau hal – hal yang dianggapnya artistic. Dalam beberapa waktu terakhir keisengan yang pernah dilakukannya adalah jalan dari kampusnya ke kota tua dengan menggunakan busway sendiri yang diakuinya sudah memiliki jalur yang gampang. Disana dia mengunjungi museum fatahila kebetulan disana sedang ada acara “Merakyat Indonesia” yang berada dia lapangan antara café Batavia dan musem itu sendiri disana dibangun stand-stand kecil yang bertwmakan rakyat Indonesia, hampir terlihat seperti pasar malam tetapi terlihat terlebih artistic.

saat berjalan-jalan sendiri / me time!!!

saat berada di Galeri Nasional
 
saat berjalan-jalan di kota tua

Galeri Nasional, 2 juni 2014


Galeri nasional, 2 Juni 2014

Hal-hal seperti itu lah yang menurutnya harus diperbanyak dan dibenahi oleh pemerintah Jakarta. Banyak tempat wisata di daerah Jakarta khususnya yang belum bisa dirawat dengan baik oleh pemerintah setempat karena semestinya tempat pariwisata local seperti itu menjadi tujuan utama para pelancong untuk mengetahui kekayan budaya dan seni yang di miliki Indonesia. Seperti contohnya yang diungkap oleh saudari Lala “mendingan kita tamasya aja yo dari pafa ngemall mulu, back to eighteen, tamasyalah kita, jalan – jalan kita yak an, duduk di taman sambil piknik ya kaan.., liat-liat kebudayaan Indonesia. TMII itu baguuus, lo bisa keliling Indonesia dalam satu tempat walaupun itu dijakarta meeen, kayak nonton di keong mas, museumnya juga lucu-lucu ya kaan, apalagi museum torajanya” ungkapnya dengan semangat secara tidak langsung ini menunjukan kepeduliannya sebagai generasi muda saat ini. Hal ini juga secara tidak langsung telah membuktikan bahwa tempat pariwisata local yang ada di Jakarta juga menjadi sebuah refrensi sebagai tempat untuk menghabiskan waktu luang kalian disaat ingin bersantai dan menjelajahi kebuadayaan – kebudayaan Indonesia tepatnya Jakarta. selain itu, dekat ini dia sudah berencana untuk pergi ke pasar senen buat mencari tau ada apa aja disana, menurut dia hal seperti ini bisa membuat dia lebih tau banyak hal tentang sekitarnya dari persepektif yang berbeda.

Ternyata kejadian unik juga meningalkan sebuah ingatan unik untuk Lala seperti hal apa yang pernah dialaminya bersama dengan kawanya. Suatu ketika dia dan kedua orang temannya bergegas untuk pergi kesalah satu tempat makan ternaman dan cukup memiliki pamor lah SKYE yang terletak di jantung kota jakarta. Awalnya Lala bersama kedua temannya ingin datang kesana mencoba suasan baru sambil memandangi keindahan kota jakarta dari lantai 56 menara BCA dan duduk di bagian luar/outdoor. Sesampainya disana dia tidak diperbolehkan masuk oleh penjaganya dikarenakan salah satu temannya menggunakan sandal jepit walaupun atasan mereka sedah sangat formal, alhasil buyarlah harapan pertama mereka dan beranggapan yasudahlah besok kita coba lagi. setelah beberapa minggu kemudia dia kembali mencoba dan memperbaiki kesalahan mereka kemarin dan berhasilah mereka masuk kesana tetapi sangat disayangkan sesampinya mereka disana cuaca berubah menjadi gelap, mendung dan hujan hal ini dengan terpaksa membuat Lala harus duduk di Indoor dan tidak berada di Outdoor yang notabene bisa terkena cipratan air hujan, padahal dia sangat ingin duduk outdoor dan melihat pemandanga. Akibat kejadian ini Lala sudah tidak pernah kembali dan mencoba lagi untuk mendapatkan outdoor table. kejadian ini meninggalkan sedikit kekesalan karena kegagalannya mendapatkan meja outdoor sehingga saat ini dia hanya melihat dari foto teman - temannya dan membuatnya selalu teringan dengan tempat itu.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                
 Kedepannya lala berharap untuk meningkatkan ketertibannya, diutamakan untuk semua pribadi masyarakat Jakarta, seandainya saja para rakyatnya sudah bisa menyadari hal-hal kecil yang mempengaruhi reoutasi Jakarta itu akan sangat mempengaruhi keadaan Jakarta, contoh hal kecil saja buang sampah sembarangan, hal sepele seperti itu yang dilakukan oleh beberapa orang bisa membuat Jakarta menjadi banjir dan ini sudah pernah terjadi dan hal ini ditekannya bahwa itu adalh salah satu perbuatan rakyat Jakarta yang paling tidak disukainya. Usaha yang sedang dalam proses mengenai trasportasi umum Jakarta “MRT” diharapkannya benar-benar dapat terealisasi dalam waktu tidak terlalu lam sehingga rakyat atau penduduk Jakarta dapat menggunakan transportasi tersebut dan meminimalisir angka kemacetan di ibukota. Tidak hanya dari sis itu saja diungkapnya, Jakarta adalah sebuah ibukota dari Indonesia, karena itulah para rakyatnya juga harus mencerminkan keindahan dari kota-kota lainnya.


Nadiah Ekawati
Jakarta Repose Project

JAKARTA REPOSE PROJECT #2

Walaupun sudah menikah dan berpisah dengan teman-temannya hinga bertahun lamanya Fira biasa dia disapa masih tetap melakukan rutinitasnya bersama teman teman kuliahnya “arisan”. Disela – sela kesibukannya sebagai manager researcher di Deka Marketing Research salah satu perusahaan local yang bergerak di bidang penelitian. 

Nafira Mutia Daud, 28 tahun

Saat ditanyakan apa yang dilakukannya pada saat waktu luang memiliki beragam jawaban “Hmm…ga banyak yah biasanya kalo weekday itu biasanya palingan Cuma sejam dua jaman lah kurang lebih , ga lama lah yah, biasanya kan sampe rumah jam 8 terus ngobrol-ngobrol sama suami terus nanti jam 11 tidur. Kalo weakend, sih biasanya aku mikir aku bisa ngapain ajah asalkan tidak disuruh ke kantor. Nah, aku itu sekarang kan lagi punya bisnis sampingan yang kalung-kalungan itukan, sebenernya sih ga bisa dibilang leisure time aku juga, Cuma aku mikirnya sejauh inikan aku make waktu luang aku buat mengurusi bisnis kalung aku itu have fun sih ngejalaninya, Cuma yaa waktu kosong aku disaat tidak datang ke kantor ya aku gunakan untuk ngurusin kadang belanja nyari bahan bahan buat bikinnya kan,terus bikin bikin kalungnya ini biasanya emang ga pasti sih buat kalung ini, kadang weakend atau pulang kerja gitu kalo masih niat,  terus fotoshoot buat setiap model kalung yang baru untuk di panjang di instagram, terus bales balesin email dari orang yang nanya nanya masalah kalungnya juga walaupun ada juga sih sebenernya orang lain yang ngurusinnya tapikan mau gam au juga ikut campur dalam urusan inikan, jadi emang dari waktu leisure time aku yang ada aku ambil 1 hari khusus buat aku ngurusin masalah kalungku ini kan(sambil membetulkan posisinya di kursi kayu sebuah ruangan dalam kantor kerjanya). Arisan aku itu ada 2, yang 1 emang uda lama banget dari jaman kuliah ada 10 orangan gitu nah yang satu lagi itu Cuma yang temen-temen biasa ajah. Kalo ya temen kuliahan itu kan kebanyakan udah pada punya babykan jadinya bisa ketemunya itu palingan ya weakend doing gitu loh dan emang bener-bener setiap bulan itu kita kerjaanya menjelajahi tempat-tempat baru yang ada di Jakarta buat tempat kita arisan dari café ke café baru tapi balik lagi karena sudah pada punya baby biasanya arisannya itu kalo ga dirumah salah satu di antara kita atau tetep nyari tempat tempat baru cuman dengan catetan yang friendly dengan baby-baby yang ada. Gitu sih kurang lebih” ujarnya dengan lengkap. 

arisan bersama teman 


Sejauh ini Fira sangat menikmati apa yg sedang dijalankannya saat ini dalam mengisi waktu luang tetapi terkadang dia khawatir saat kerjaan betul betul menimpa dan menuntut semua waktu yang dimilikinya apa yang harus dia lakukan dengan bisnis kalungnya itu walaupun dia memang sudah bekerja sama dan meminta tolong bantuan kakanya. 
saat melakukan photoshoot

Photoshoot





Bisnis ini dia rintis tidak mudah lo, awalnya dia hanya iseng-iseng mebuat sebuah kalung yang dia akan gunakan sendiri, tetapi saat di tempat kerja rekannya suka memuji dan menanyakan diamana tempat dia membeli aksesoris tersebut, nah..muali dari situlah dia mencoba untuk memperbanyak jumlah kalung yang dibuatnya. Awalnya hanya dijual ke temen arisan saja dan beberapa rekan kantor, siapa sangka? Lama – lama kalung buatan Fira menyebar ke lingkungan luar juga. Peluang bisnis yang ada dimanfaaatkannya untuk betul betul menekuninya dengan serius.bisnis kalung inipun diberi nama “SimpleSimple” atau disingkat SS. Apasih pembeda kalungnya dengan kalung yang lain? Dilihat berdasarkan masukan dan komentar dari para konsumennya kalung yang dibuat oleh Fira ini lebih ringan, kebih kuat, warna dan bentuknyapun beragam tidak terus menerus bagitu saja, harganya juga lebih murah dibandingkan dengan para kompetitornya tetapi tidak murahan loh! Tidak berhenti sampai disitu saat ini fira sudah mulai rajin mengikuti event-event yang diadakan oleh pihak tertentu seperti pameran dan bazar. Seperti yang sudah berlangsung SS mengikuti bazar yang diadakan oleh berrybenka di GI beberapa waktu yang lalu. Kedepannya akan juga ada event yang akan diikutinya yaitu Odioli event, Shopping bersama Blogger 23 – 25 oktober 2014. Ternyata penjualannya   SS ini tidak sendiri loh, dia juga telah mencoba masuk ke Berrybenka dan Odioli dan sedang menunggu respon dari Kliktoday.

Bazar bersama Berrybenka di GI

Berbicara masalah budget Fira sendiri tidak bisa menargetkan berapa pengeluarannya dia dalam sekali keluar bersama suami atau teman –temannya akan tetapi dia memiliki cara sendiri untuk memanage keuangannya, seperti yang dikatakannya “kalo aku sih ga yah, soalnya kan biasanya dari gaji aku kerja aja kan udah kau pisah-pisahin tuh mana berapa persen buat semua kebutuhan aku dan printilannya, biasanya dari sisa yang uda aku tabung dan lain-lain baru deh aku pake buat leisure time akuh. Jadi keluar gitu aja deh ga terkontrol. Soalnya kan biasanya nih kalo uda ngobrol sama temen-temen nih nah terus abis minum-minum gitu aku kadang juga kalo liat barang-barang lucu gitu kan akuu beli. Jadi ya ga terkontrol gitu deh kadang. Yaaaa…,otomatis aja gitu berapa yang bakal keluar”.
Balik lagi ke waktu luang yang dimilikinya yah, pada saat arisan Fira bisa menjajal tempat satu ke tempat lainnya biasanya dia adalah tipikel orang yang bisa dikatan “follower” karena jarang banget Fira itu mencari tempat-tempat baru dengan niatnya sendiri malahan biasanya dia lebih menunggu review tempat dari orang-orang yang belom pernah dia datengi. Saat ditanya tentang salah satu tempat yang mengingatkannya akan tempat tersebut adalah Mangia (Panglima Polim) dia langsung berkata kamar mandinya jorok, sempit juga, walaupun menurutnya makanannya itu enak tapi dia tetap berfikir sebagai ingatan yang kurang enak dan membuatnya berfikir dua kali untuk kembali walaupun diungkapkannya bahwa memang ada satu menu favoritnya disitu. Ternyata hal seperti malah menjadi sebuah ingatan yang kurang baik baginya dan teman-temannya pada suatu tempat. Ada satu tempat yang menurut Fira itu masih sepi dari jangkauan anak nongkrong jaman sekarang, karena menurutnya tempat tersebut walaupun berada di daerah yang sangat rame yaitu “Reading Room Kemang” disana kita bisa membaca buku dengan keadaan yang sangat nyaman dan cozy. Bisa dibilang disana itu adalah mini perpustakaan yang dikemas menjadi sebuah tempat nongkrong juga ada cafenya juga loh. Biasanya Fira bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk membaca disini karena di tempat ini koleksinya banyak sekali buku-buku. Bahkan buka juga menjadi penghias dinding mereka. Fira biasanya datengnya kayak siang ke sore gitu tempatnya masih sepi jadi kalo buat nongkrong sore gitu nyaman banget disitu. 

tempat biasa Nafira nongkrong
 Ramen. Ini adalah salah satu makanan favoritnya saat dia ingin makan diluar rumah setelah pulang kerja tetapi ada yang berbeda dengan Fira. Dia Memiliki 1 tempat makan ramen yang sangat berbeda dengan yang lain. Kalo pada umumnya ramen itu biasanya di jual dengan harga yang mahal dan tempat yang megah terbalik dengan Fira. Dia menemukan sebuah warung ramen sederhana yang terletak di daerah darmawangsa deket PL(pangudi Luhur). Jadi awalanya chef pembuat ramen tersebut bekerja di hotel jepang dan dia berhenti akhirnya dia mencoba untuk mendirikan warung ramennya sendiri. “sampe yah, kan aku punya temen yang bekas kuliah dari jepang terus aku ajak kesan dan dia juga bilang kalo misalnya rasa ramen ini tuh hampir mirip banget sama yang ada di jepang dan menurut aku sih Ikkudo ichi kalah sama ini dan lebih murah pula 1 mangkok Cuma Rp. 25.000 doang. Emang sih tempatnya tuh kecil bgt dan kumuh sebenernya jiji sih, Cuma karena rasanya yang enak gue mau tuh balik lagi”.


Nadiah Ekawati 
Jakarta Repose Project

JAKARTA REPOSE PROJECT #1


Kata siapa waktu luang yang ada hanya bisa dihabiskan dengan berkumpul dengan teman-teman anda di tempat yang mahal, bergengsi, menu makanan yang dipenuhi dengan menu andalan dari kawasan barat sana? Absolutely Not. Itulah jawaban tegas yang dilontarkan oleh Evi Jufriani atau yang lebih akrab dengan panggilan Evi. Beliau adalah seorang agency asuransi di PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) berusia 45 tahun, memiliki 3 orang anak. Cattleya anak pertamnya berumur 20 tahun dan berkuliah di Binus Internasional jurusan Management, Karina Umur 17 Tahun dan sang jagoan Reyhan berumur 10 tahun. 

Evi Jufriani / 45 tahun / Jakarta selatan


 Dalam menjalani kesehariannya beliau tidak terus-menerus berhadapan dengan segudang tugasnya sebagai agency asuransi tetapi belian juga berperan sebagai single parent yang banting tulang untuk membiayai ketiga anaknya dan mamanya yang tinggal bersamaan. Lokasi kantor yang terletak cukup berjarak dari tempat tinggal rumahnya di daerah tanah kusir, Jakarta Selatan membuatnya untuk menjadi seseorang yang gesit dalam menyelesaikan semua aktifitas hariannya. Biasanya dalam seminggu tante Evy ini hanya akan datang ke kantor pada hari senin, selasa, rabu dan sabtu which is di hari kamis, jumat dan minggu menjadi hari freenya dalam artian tidak memiliki tuntutan atau keharusan menghadap diri ke kantor. Nah, di hari luangnya itu lah dia memanfaatkannya untuk melakukan aktifitas yang biasanya tidak dapat dia lakukan saat dia harus datang ke kantor. 

Aktifitas yang dilakukannya dalam waktu luang tersebut biasnaya lebih kepada aktifitasnya layaknya seorang ibu rumah tangga pada umumnya. Overall, aktifitas dilakukannya di dalam rumah. Ajakan dari sang kawanlah yang biasanya membuat tante Evy beranjak dari rumah dan menghabiskan waktu luangnya sembari menunggu jam pulang sekolah anak ketiganya untuk menjemput prince (panggilan saying untuk Reyhan). Acap kali tempat – tempat nongkrong saat ini selalu bising dengan anak muda yang berbicara menggunakan nada terlalu kencang, ini menjadi salah satu alasan tante Evy dalam menentukan temapt nongkrongnya. Beliau dan temannya biasanya suka berdiam dia daerah Darmawangsa. Tepatnya di Darmawangsa Square ada sebuah tempat makan yang enak, ga bisisng, terus tempatnya juga cozy yaitu IWS noodle café. “Sukanya sih biasa kesitu ama temen, karena tempatnya lebih tenang yah. Suasanya, terus ga terlalu jauh juga yah dari rumah dari sekolah anak juga gampang dijangkaunya yah” komentarnya sambil mengambil sushi yang ada dihadapannya dan melahapnya. Biasanya untuk biaya yang dihabiskannya dalam sekali berdiam disuatu tempat Rp. 300.000 tetapi tidak terlalu sering biasanya hanya dilakukannya 3 kali dalam 1 bulan. Ternyata tempat ini memang sudah dikenal dikalangan para pegawai dan ibu-ibu yang suka nongkrong. disini itu kita bisa menenmukan berbagai macam jajanan pasar, kue basah yang terhindar dari berbagai macam jenis bahan kimia. Itulah yang menjadi salah satu alasan Tante Evi untuk berkunjung dan memilih tempat ini dikala sedang berjumpa dengan teman-temannya.

at Darmawangsa Square

Pondok Indah mall juga menjadi salah satu tempat umum yang masuk dalam daftar kunjungan keluarganya untuk mengisi waktu luang mereka bersama. Ditempat ini juga yang memiliki kesan tersendiri untuk menjadi sebuah memorable experience yang dimilkinya. “hmm.., banyak sih tapi ya rata – rata di pondok indah mall kalo yang begitu-gitu.

liburan keluarga tahun 2011
 Sering main di pondok indah tapi itu dulu yah, justru karena kejadian “itu” udah agak berkurang sih kalo main ke pondok indah” ujarnya agak berkaca-kaca. Setiap orang memiliki pengalaman pribadinya masing-masing, hal ini pula yang dialaminya bersama keluarganya. Kehilangan sang suami tercinta menuntutnya untuk berperan sebagai sosok orang tua yang kuat untuk ketiga buah hatinya. Menurutnya masa – masa indah mengisi waktu luang banyak dilakukan olehnya bersama sang suami di PIM sehingga hal itu meninggal sedikit trauma untuk terlalu sering bermain dia pondok indak bersama keluarganya. 

Tidak semua apa yang kita rencanakan pada kenyataan dapat terlaksana dengan mulus. Pasti aka nada saja halangan yang menjadi penggangu untuk aktifitas kita ini “Macet”. Yaa, itu lah satu kata yang terucap dengan spontan saat beliau di Tanya mengenai apakah yang menjadi anda kurang nyaman dalam melakukan aktifitas waktu luang anda.  “kadang nih bisa berjam-jam Cuma buat pindah dari satu tepat ke tampat lainnya, ampun deh”. Hal ini sudah menjadi rahasia umum untuk masyarakat perkotaan. 

“ Roti Bakar Edy. Hmm, kapok bener deh makan disitu. Ekspektasinya uhh.. bakalan enak nih, ya kaaan, makan indomie, panas-panas, kan uda terkenal juga. Ternyata ga ada yang enak” ungkapnya sambil mengingat – ngingat sebuah kejadiannya. Tante evi dan anaknya bercerita mengenai tempat yang menurtnya kurang nyaman dan tidak sesuai expectation saat dia berkunjung atau menandatangi tempat tersebut. Informasi yang diterimanya dari social media dianggapnnya bisa dijadiakan sebuah refrensi untuknya mencoba tempat baru tersebut. Siapa sangka, itu malahan menjadi annoying experiencenya. Kejadian itu membuat tante evi dan anaknya enggan untuk datang dan menyantap makanan yang ada di tempat itu. Bahkan dengan tegas beliau mengatakan “Engga lagi lagi deh makan ke roti bakar edy”. Walaupun kebanyakan waktu dalam seminggu dihabiskannya diluar tetap saja saat diminta untuk menyebutkan salah satu tempat favoritnya untuk menghabiskan waktu luangnya adalah “Rumah”. 


 Nadiah Ekawati
#jakartareposeproject 

#jakartareposeproject

Haaai... apa sih yang biasanya dilakukan orang pada saat dia memiliki waktu luang mereka??
 

#jakartareposeproject adalah sebuah konsep sebuah event yang akan menggali informasi, atau mempelajari kebiasan-kebiasaan orang jakarta dalam mengisi waktu luang mereka. Dengan tujuan untuk membuat tempat-tempat yang ada di jakarta lebih menarik untuk dikunjungi.  Saya akan melakukan interview dengan beberapa informat yang ada di penjuru jakarata untuk mengetahui kebiasaan yang sering dilakukannya dan hasil wawancara akan saya bagikan di post yang akan datang. 


   Stay Tuned ;)


 

Danke

Danke